Perbedaan dan Keunggulan Salon Muslimah Dengan Salon Kecantikan Biasa
Perbedaan dan Keunggulan Salon Muslimah Dengan Salon Kecantikan Biasa – Pada dasarnya fungsi salon pada umumnya adalah sama-sama mempercantik seorang wanita, namun hal mendasar yang membedakan adalah pada pedoman dan anutan kuat yang harus diterapkan dan tidak boleh dilanggar.
Justru disalon muslimah terdapat aturan yang sangat fundamental dan tidak ada kata negosiasi untuk larangan tersebut. Jadi lebih memiliki tantangan yang berbeda dengan salon biasa pada umumnya.
- Pembukaan
- Perbedaan & Keunggulan
- Niat Karena Allah
- Sapa Dengan Salam
- Pengumuman PRIA Dilarang Masuk
- Berdoa Sebelum & Sesudah
- Produk HALAL dan Baik
- Terapis Wajib Wanita
- Menjaga Aurat
- Steril Dari Pandangan Laki-laki
- Tidak Melayani Cukur & Cabut Alis
- Tidak Boleh Menyambung Rambut
- Terbatas Untuk Cat Rambut
- Tidak Membedakan Pelanggan
- Mengingatkan Sholat
- Menghadirkan Audio Islami
- Menjunjung Tinggi Nilai Islam
- Boleh Untuk Muslimah Atau Wanita
- Masalah Dilapangan
- Kesimpulan
![]()
Kini dikalangan kaum muslimah, khususnya kota-kota besar seperti Jakarta, akhir-akhir ini kebutuhan akan perawatan tubuh yang lengkap, nyaman, berbasis syariah dan halal semakin meningkat. Maka tidak ada salahnya jika mendalami studi kasus dilapangan tentang perbedaan antara salon wanita muslimah dan sebaliknya.
Oke tanpa panjang lebar, kami akan beberkan perbedaan yang terdapat disalon moslemah namun sangat minim sekali ada disalon-salon biasa.
Berikut ini detail Perbedaan & Keunggulan Salon Muslimah dengan Salon Biasa
Niat Yang Pasti “Lillah”
![]()
Pertama-tama dan konsep dasarnya adalah dengan cara membenarkan niat dan tujuan mengapa seorang muslimah datang kesalon?
Pertama, karena tidak lain dan tidak bukan untuk merawat tubuh agar menjaga apa yang telah Allah SWT berikan dalam bentuk jasad dan raga sehingga tidak menyia-nyiakannya dan harus dijaga dengan cara merawat yang baik.
Niat Kedua, ingin bersih, sehat, dan tampil cantik serta anggun dihadapan pasangan yang menjadi ladang pahala jika seseorang muslimah mengerti dan menerapkan niat ini. Sehingga terhindar dari pandangan rendah maupun buruk dihadapan suami.
Karena sosok seorang wanita muslim adalah yang digambarkan oleh Nabi SAW yaitu: “Sebaik-baik istri kalian adalah wanita yang apabila dipandang menyenangkan hati suaminya, apabila disuruh tidak membantah, dan apabila ditinggal pergi setia menjaga dirinya dan harta suaminya.” (HR. Imam An-Nasa`i).
Menyapa Dengan Salam
![]()
Kamu pasti tahu minimarket yang sudah terbiasa dengan penyambutan seperti: Selamat Datang di Indomxxx disensor ya..
Nah kalau di Salon Muslimah, biasanya tamu yang datang akan disambut juga dengan salamnya umat Islam, yaitu Assalamuallaikum.. Bikin adem hati deh kalau dapet sambutan seperti itu.
Dan bukan hanya kedatangan saja, pada saat pulangpun mereka akan sangat santun mengucapkan salam kembali serta himbauan hati-hati dijalan, semoga puas dan lain sebagainya.
Announcement Larangan Keras Pria Masuk
Dengan memberikan papan pengumuman atau sticker sebagai tanda/signal para kaum pria diyakini akan sangat menghormati kebijakan management salon tersebut.
Sebagai contoh larangan, pemilik salon menuliskan pemberitahuan tersebut pada pintu masuk utama dengan tulisan capital (besar) diwarnai dengan warna merah merekah, serta tanda dengan bentuk tangan dicoret sebagai symbol larangan.
![]()
Jika perlu menyediakan ruangan khusus diluar untuk pengantar laki-laki sekedar untuk menunggu sejenak.
Berdo’a Saat Memulai dan Selesai Perawatan
Selain mengucapkan basmalah para kapster dan terapis akan membimbing pengunjung untuk membaca do’a bersama demi kelancaran proses perawatan.
Begitupun saat treatment telah selesai terapis akan mengucapkan hamdallah sebagai rasa syukur telah berakhirnya kegiatan tersebut tanpa kendala dan mensyukuri karunia atas limpahan rahmat-Nya.
Menggunakan Produk Halal & Berstandart
Produk dengan pilihan yang tepat dan aman bagi tubuh wanita. Dengan pertimbangan yang matang sebisanya produk-produk yang digunakan mendapatkan label halal yang baik untuk tubuh dan tanpa bahaya.
Pekerja Wanita Muslimah Berhijab
Salah satu persyaratan menjadi pegawai di Salon Muslimah adalah harus mengenakan kerudung. Sehingga pengunjung tidak perlu merasa risih dan khawatir akan kelihatan auratnya karena seluruh pekerja disalon mengenakan hijab.
Menjaga Ketat Aurat
Sudah menjadi hal yang wajib bahwasanya aurat perempuan merupakan hal yang tabu dikonsumsi untuk umum, oleh karenanya prosedur yang menjadi parameter di salon muslimah adalah dengan menjaga aurat klien agar tidak menimbulkan dosa dan murka Allah SWT.
Sebagai bentuk keseriusan dalam mendirikan salon yang sesuai syariat islam, sepatutnya untuk memberikan ruangan khusus untuk klien agar terhindar dari pandangan aurat dan fitnah lainnya.
Steril Dari Pandangan Pria
Tempat yang cozy lagi tertutup menjadikan pengunjung merasakan kenyamanan dan bebas dari lalu lalang pria disekitar tempat kerja, karena seluruh pegawai tidak ada yang berjenis kelamin pria ataupun wanita jadi-jadian.
Tidak Melayani Cukur & cabut Alis
Termasuk larangan bagi wanita dalam penganut Islam yaitu mencukur bagian rambut pada wajah, termasuk alis.
Walaupun masih didapati khilafiyah akan diperbolehkannya, sudah selayaknya sebagai mukmin yang ta’at untuk meninggalkan layanan tersebut.
Tidak Menyambung Rambut (no hair extention)
Sudah mutlak pengunjung tidak akan menemukan jasa penyambung rambut di Salon Muslimah, jika masih ada yang melayani hair extention ini maka bisa dikatakan bukanlah dari golongan kami.
Intinya 2 jenis pekerjaan tersebut diatas yang juga tidak dibolehkan lainnya menurut hukum islam seperti: sulam alis (tatto), sulam bibir, dan tanam benang.
Terbatasnya Semir Atau Cat Rambut Bagi Muslimah
Diperbolehkan semir dengan syarat:
- Berbahan alami
- Warna selain hitam
Adapun muslimah boleh saja mewarnai rambutnya namun sebaiknya menggunakan warna kuning (pirang) warna merah, coklat, dan lainnya.
Tidak Membedakan Tamu Dari Segi Materi
Tidak ada perpedaan antara tamu yang high class dengan tamu-tamu yang biasa saja, semua pengunjung berhak mendapatkan hak nya sebagai pelanggan dan harus diberikan pelayanan sebaik mungkin.
Seluruh peraturan yang sudah ditetapkan harus mengikuti aturannya, misalkan antri berdasarkan kedatangan, maka tidak akan dibedakan pelanggan yang datang terlebih dahulu akan mendapatkan pelayanan pertama, dengan pelanggan yang tiba belakangan bersedia untuk mengantri dan akan sama dilayani dengan baik dan ramah tanpa ada pesanan antrian.
Mengingatkan Sholat Tepat Waktu
Berlaku untuk seleruh tim disalon jika adzan berkumandang maka segera untuk bergerak menuju ke musholah didalam salon untuk melaksanakan ibadah sholat berjamaah, namun jika tempat tidak memadai maka bisa bergantian.
Salah satu SOP adalah dengan mengingatkan pengunjung salon agar ikut solat berjamaah jika tempat dan kondisi memadai.
Menghadirkan Audio Islami
Hidangan nuansa islam yang selalu diputar dalam bentuk audio dan visual berupa lantunan Al-Quran, ceramah Ustad, ataupun motivasi-motivasi berupa podcast dan kata-kata mutiara.
Larangan Menceritakan Aib
Sangatlah tidak elok jika seorang terapis mengumbar apa yang telah dilihat dan dipegang dari klien yang telah melakukan perawatan, kemudian menceritakan kejadian tersebut kepada rekan kerja atau siapapun.
Etika dan norma ruang kerja di salon muslimah sangat menjaga privasi seorang klien terlebih jika klien mempunyai keluhan atau kelainan fisik pada organ tubuhnya.
Menceritakan Aib diri sendiri saja diharamkan dalam agama Islam, terlebih menceritakan ketidak sempurnaan dalam tubuh atau jasad seseorang, maka termasuk berdosa dan dikatagorikan sebagai Ghibah karena membicarakan aib orang lain tanpa orang tersebut mengetahuinya.
Mengingatkan Sholat Tepat Waktu
Berlaku untuk seleruh tim disalon jika adzan berkumandang maka segera untuk bergerak menuju ke musholah didalam salon untuk melaksanakan ibadah sholat berjamaah, namun jika tempat tidak memadai maka bisa bergantian.
Salah satu SOP adalah dengan mengingatkan pengunjung salon agar ikut solat berjamaah jika tempat dan kondisi memadai.
Menghadirkan Audio Islami
Hidangan nuansa islam yang selalu diputar dalam bentuk audio dan visual berupa lantunan Al-Quran, ceramah Ustad, ataupun motivasi-motivasi berupa podcast dan kata-kata mutiara.
Larangan Menceritakan Aib
Sangatlah tidak elok jika seorang terapis mengumbar apa yang telah dilihat dan dipegang dari klien yang telah melakukan perawatan, kemudian menceritakan kejadian tersebut kepada rekan kerja atau siapapun.
Etika dan norma ruang kerja di salon muslimah sangat menjaga privasi seorang klien terlebih jika klien mempunyai keluhan atau kelainan fisik pada organ tubuhnya.
Menceritakan Aib diri sendiri saja diharamkan dalam agama Islam, terlebih menceritakan ketidak sempurnaan dalam tubuh atau jasad seseorang, maka termasuk berdosa dan dikatagorikan sebagai Ghibah karena membicarakan aib orang lain tanpa orang tersebut mengetahuinya.
Pegawai Yang Menunjukan Islami
Menjunjung tinggi profesional bekerja, ramah dengan sapa, serta murah akan senyum terhadap seluruh pengunjung dan klien.
Berpakaian rapih dan sopan sesuai anjuran islam sebagai wanita muslimah.
Siapun Bisa Nyalon, Asalkan Wanita
Dalam hubungan bermuamalah dengan non muslim maka hukumnya tidak mengapa, asalkan menjalankan syarat dan ketentuan yang berlaku sesuai norma agama islam.
Terlebih jika memiliki klien seorang perempuan non muslim, maka tidak ada salahnya dan dibolehkan untuk bermualah dengannya, asalkan mematuhi rambu-rambu dasar yang telah disepakati oleh salon muslimah tersebut.
Jika dalam muamalah tersebut mendapatkan permintaan dari sang klien agar memakai produk non halal ataupun belum jelas kehalalannya maka terapis atau kapster dapat menolak dengan mengacu kepada dasar-dasar didirikannya salon tersebut.
Semoga dengan penjelasan tentang batasan-batasan yang dijelaskan kepihak non muslim tersebut bisa menjadi ladang dakwah bagi owner dan pegawai dimata Allah SWT.
Masalah Yang Sering Terjadi Dilapangan
Sehubungan dengan pemaparan yang lengkap tentang perbedaan antara salon muslimah dengan salon konvensional yang sudah dijelaskan diatas.
Namun terkadang pemilik salon masih ada yang kurang memperhatikan batas-batas fundamental yang dilanggar atau terabaikan.
Contohnya:
- Masih didapati salon muslimah yang melibatkan pekerja Pria atau Wanita jadi-jadian didalam salon, dengan alasan hanya office boy atau tenaga lepas suruhan. Justru hal ini akan merugikan brand salonnya sendiri, dan akan mencoreng nama salon moslemah pada umumnya.
- Pekerja atau pegawai salon yang tidak menerapkan norma islam atau belum faham karena minimnya pengetahuan dan belum maksimal di training atau coaching sehingga masih menerapkan cara-cara lama ditempat sebelumnya bekerja.
- Sesama terapis terkadang masih sering berkerumun dan acap kali terlihat tertawa terbahak-bahak dalam ruang kerja atau kegiatan lainnya yang tidak sangat dianjurkan untuk berlebihan, hal ini selain dapat mengganggu privasi pengunjung yang sedang menikmati perawatan juga bertentangan dengan nilai-nilai dasar salon yang menunjukan identitas keislamiannya.
- Masih memakai produk-produk yang tidak jelas ke halalannya sehingga ada beberapa pengunjung yang kritis dan menimbulkan komplen karena diberikan produk yang tidak sesuai.
- Kurangnya edukasi yang didapatkan oleh SDM.
Kesimpulan
Merebaknya salon dan klinik-klinik kecantikan wanita yang beredar dilapangan, namun kebanyakan dari mereka mendirikan salon tersebut tanpa didasari dengan kepedulian akan wanita muslimah yang membutuhkan tempat bernaung untuk seorang muslimah.
Semoga artikel ini dapat membantu teman-teman yang mencari tau perbedaan dan keunggulan salon muslimah dengan salon konvensional biasanya.